Cara Mengurus Sertifikat Tanah Sendiri Tanpa Calo

Kemarin seorang teman baru saja membeli tanah. Karena baru pertama kali beli tanah, ia kebingungan.

Pasalnya, ia belum tahu bagaimana cara mengurus sertifikat tanah.

Dan seperti yang telah diketahui oleh umum, kepengurusan dokumen seperti itu biasanya dicampuri oleh calo.

Calo memang di mana-mana. Membuat SIM, bayar pajak kendaraan.



Jika tidak ada calo, kita dihadapkan pada pungli.

Saya mengalami pungli ketika mengurus surat kependudukan di Kecamatan, membuat akta kependudukan di kantor Kependudukan Kabupaten, bahkan ketika membuat surat pernyataan kelakuan baik di kepolisian.

Apalagi ketika mengurus sertifkat tanah.

Ada yang menawarkan jasa. Ia sanggup mengurus balik nama dengan biaya tiga juta rupiah.

Nah,

Supaya kita bisa meminimalisir uang terbuang dengan percuma, ada baiknya memahami alur mengurus sertifikat tanah.

Jangan sampai ketika membeli rumah atau tanah, Anda tidak juga paham bagaimana mengurus legalitasnya.

Alur Mengurus Sertifikat Tanah

bagaimana cara mengurus sertifikat tanah dan biaya-biayanya.

Sebelum melanjutkan membacanya, teguk dulu teh hangatmu. Boleh sambil ngemil juga hehehe...

Santai aja ya.

1.Meminta surat keterangan riwayat tanah. Kadang harus melalui RT atau langsung ke pihak kelurahan/desa.

2. Meminta surat pengantar untuk pengurusan sertifikat tanah ke pihak kelurahan dan kecamatan.

Itulah tahap pertama yang harus kita lakukan. Saran saya ketika mengurusnya tetap berkepala dingin.

Kadang-kadang...

...kinerja pegawai di sana tidak bisa diburu-buru.

Selanjutnya ke tahap berikutnya.

3. Datang ke kantor BPN alias Badan Pertanahan Nasional untuk pendaftaran. Biaya administrasi resmi hanya 50 ribu rupiah. Kalau ada yang minta lebih berarti pungli.

4. BPN memberi PIN untuk mengecek perkembangan dari pengurusan sertifikat Anda.

5. Kita bisa mengecek perkembangan dari pengurusan sertifikat melalui PIN atau barcode.

6. Jika administrasi selesai, BPN akan mengadakan pengukuran tanah. Kemudian mereka akan menerbitkan denah tanah.

Note: Biasanya kita mengeluarkan uang untuk proses nomor 6 tadi. Di beberapa daerah, pihak desa/kelurahan turut serta dalam proses pengukuran.

7. Siapkan dana untuk pembayaran BPHTB. Biaya BPHTB tergantung pada luas serta lokasi tanah. Ada perhitungan khusus untuk biaya BPHTB.

8. BPN akan menilai keabsahan tanah.

9. BPN akan mencantumkan pengumuman di kelurahan dan di kantor BPN selama 3 bulan. Jika ada keberatan atau silang sengketa dari masyarakat, maka BPN akan mengurusnya lebih lanjut.

10. Jika tidak keberatan dari masyarakat atau pihak lain, sertifikat segera diterbitkan.

Itulah alur atau cara mengurus sertifikat tanah. Jalani saja setiap tahapnya. Sebenarnya sangat mudah.

Baca juga: Cara Membeli Rumah Tanpa Uang Muka

Biaya-Biaya Dalam Mengurus Sertifikat Tanah

Perlu diingat, ketika Anda melakukan transaksi properti, selalu ada biaya lain di luar transaksi.

Termasuk biaya dalam mengurus sertifikat tanah.

Apa saja sih biayanya?

Untuk memahaminya mari kita perhatikan dengan seksama ilustrasi di bawah ini.

Luas tanah 100 m2.
Harga 300 juta.

Biaya Pengukuran

Rumus:
(Luas tanah/harga jual x harga satuan biaya khusus pengukuran)+100.000

(100/300x60.000)+100.000=119.000


Biaya Peninjauan Tanah

Rumus:

(Luas tanah/harga jualxharga satuan biaya Khusus Panitia A)+350.000

(100/300x55.000)+350.000=368.000


Biaya Pendaftaran ke BPN

Biaya pendaftaran tanah sebesar 50.000


Jumlah keseluruhan 119.000+368.000+50.000=537.000.

Bayar seluruh biaya tersebut di loket kantor pertanahan.


Biaya BPHTB

Sudah tahu apa itu BPHTB?

BPHTB adalah Bea Perolehan Hak atas Tanah dan atau Bangunan. Setiap transaksi properti, entah itu jual beli, hibah, dan segala macam bentuk peralihan hak tanah, akan selalu berhubungan dengan BPHTB.

Termasuk dalam mengurus sertifikat tanah, pasti kita akan dikenakan biaya BPHTB.

Rumus:

NPOP – Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajakx1%

300.000.000 – 50.000.000 =250.000.000x1%=2.500.000.


Nah itulah cara mengurus sertifikat tanah dan biaya-biaya yang ditimbulkannya. Dengan dibuatnya sertifikat maka legalitas tanah sangat kuat.

Memahami cara mengurus sertifikat sangat penting, terlebih bagi Anda yang berniat investasi tanah atau properti.
Sponsor
Previous
Next Post »